© All rights reserved 2023. Powered by visualkonten.com

Pasar Baja Bergejolak, Begini Prospek Sahamnya

Pasar baja internasional belakangan ini tengah bergejolak. Melansir Trading Economics, Jumat (19/5), harga HRC steel saat ini adalah US$ 945 per ton.

Harga baja hari ini turun 1,05% dari hari kemarin. Angka itu juga turun 15,25% secara bulanan. Penurunan harga itu pun membuat kinerja sejumlah emiten baja menjadi berat. 

Corporate Secretary & Investor Relation PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo, Johannes W. Edward, mengatakan, fluktuasi harga baja saat ini memang cukup parah. Hal tersebut bahkan mempengaruhi pricing policy dari ISSP.

“Namun demikian, sampai dengan bulan Mei ini performa sales menurut kami masih cukup on track untuk mencapai target 2023 kami,” ujar Johannes kepada Kontan.co.id, Jumat (19/5).

Sebagai informasi, pendapatan ISSP di kuartal I 2023 sebesar Rp 1,73 triliun. Pendapatan Spindo turun 13,97% dari kuartal I 2022 sebesar Rp 2,01 triliun.

Laba bersih ISSP juga tergerus 11,11% pada kuartal I 2023 ke Rp 106,99 miliar. Pada periode yang sama di tahun lalu, laba ISSP sebesar Rp 120,38 miliar.

Johannes mengatakan penurunan pendapatan itu disebabkan oleh penjualan kuartal I 2022 yang sangat tinggi akibat adanya penerapan PPN 11% di bulan April 2022. Dia mengatakan, rata-rata penjualan bulanan kuartal I 2023 masih lebih tinggi 11,2% daripada rata-rata penjualan bulanan di tahun 2022.

Menurut Johannes, pihaknya masih melakukan beberapa cara untuk meningkatkan penjualannya di tahun 2023. Salah satunya adalah meningkatkan pendekatan ke end-user (pengguna langsung) untuk mempromosikan produk. Johannes mengatakan, ISSP masih menargetkan pendapatan di tahun 2023 bisa naik 20%-30%.

“Katalis positif dari kenaikan ini berasal dari upaya hilirisasi yang dilakukan pemerintah, pembangunan infrastruktur, dan insentif pada sektor otomotif, terutama electric vehicle (EV),” katanya.

Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta mengatakan, pergerakan saham emiten baja di tahun ini akan sangat dipengaruhi oleh harga baja di pasar.

Sebab, pergerakan harga baja akan sangat mempengaruhi average selling price (ASP) dari para emiten. Sehingga, satu-satunya sentimen positif yang bisa menaikkan kinerja saham emiten baja adalah penjualan mereka yang bisa naik di tahun ini.

“Emiten baja lokal bisa meningkatkan kinerjanya dengan menggencarkan penetrasi pasar sekaligus menaikkan kapasitas dan kapabilitas produk-produk baja yang akan dijual ke pasar,” ungkap Nafan.

Nafan mengatakan, belum merekomendasikan untuk membeli saham dari emiten baja. Namun, target harga untuk ISSP berada di rentang Rp 250 per saham-Rp 266 per saham. 

Sementara, untuk emiten baja lainnya, ada BAJA dengan target harga di Rp 128 per saham-Rp 163 per saham dan GGRP dengan target harga di Rp 374 per saham.

Comments.

  • A WordPress Commenter

    Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

Leave a Comment.